Banyak mahasiswa Ilmu Perpustakaan memulai perjalanan mereka dengan perasaan yang sama: bingung. Sebagian masuk karena pilihan kedua, sebagian lagi karena tidak sengaja, dan ada yang bahkan belum benar-benar paham apa sebenarnya jurusan ini. Namun justru dari kebingungan itulah cerita perjalanan mereka dimulai.
Pada semester awal, istilah seperti organisasi informasi, klasifikasi, atau metadata mungkin terasa asing dan menakutkan. Banyak yang bertanya-tanya, “Apakah ini benar-benar dunia saya?” Tetapi seiring berjalannya waktu, kebingungan itu mulai berubah menjadi rasa penasaran. Mahasiswa mulai mengenal bagaimana perpustakaan bukan hanya tentang buku, tetapi tentang mengatur aliran pengetahuan agar mudah ditemukan.
Perubahan besar biasanya terjadi saat pertama kali belajar praktik: membuat katalog, mengolah koleksi, atau mengelola arsip. Pada momen itu, mahasiswa menyadari bahwa mereka sedang mempelajari inti dari bagaimana informasi bekerja. Mereka bukan lagi sekadar pembaca, tetapi mulai menjadi pengelola pengetahuan.
Ketika mengikuti proyek, magang, atau kunjungan lapangan, identitas akademik itu makin kuat. Mahasiswa melihat bagaimana teori bertemu dengan realitas. Mereka berinteraksi dengan pengguna, menghadapi masalah informasi, dan menemukan bahwa peran mereka lebih penting daripada yang orang bayangkan.
Pada akhirnya, perjalanan dari kebingungan menuju pemahaman adalah proses yang membentuk karakter seorang calon pustakawan atau profesional informasi. Identitas itu tidak datang dari awal, tetapi tumbuh perlahan melalui pengalaman, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk terus belajar.
Ilmu Perpustakaan bukan hanya jurusan, tetapi perjalanan memahami bagaimana manusia dan informasi saling terhubung. Dan perjalanan itu sering kali dimulai dari satu momen sederhana: kebingungan yang akhirnya berubah menjadi pemahaman.

0 Komentar