Banyak
mahasiswa yang masuk ilmu perpustakaan dan informasi awalnya cuma coba-coba
atau nyasar. Tapi anehnya, makin lama kuliahnya, makin kerasa kalau bidang ini
ternyata penting banget. Kita hidup di dunia yang banjir data dan ada
orang-orang yang bertugas memastikan semua itu nggak berantakan.
Itulah anak IPI.
Ilmu Perpustakaan dan Informasi itu Belajar Apa Sih?
Secara
garis besar, ilmu perpustakaan dan informasi adalah jurusan yang fokus pada
mengelola informasi. Informasinya bisa bentuk apa saja, seperti buku, dokumen
kantor, arsip digital, foto, video, sampai data di server. Jadi tugasnya bukan
cuma ngembalikan buku ke rak, tapi memastikan informasi itu mudah ditemukan,
aman, terstruktur, dan bisa dipakai ulang.
Mata
Kuliah yang Bikin Kaget
1.
Katalogisasi dan Klasifikasi
Ini
pondasi anak ilmu perpustakaan dan informasi. Kamu bakal belajar cara
mengidentifikasi sebuah buku atau dokumen, lalu memberi “alamat” biar orang
bisa nemuinnya. Awal-awal pasti pusing sama angka-angka DDC dan aturan
deskripsi, tapi lama-lama kerasa kayak main teka-teki logika.
2.
Teknologi Informasi Perpustakaan
Jangan
kaget kalau ketemu coding dasar, database, sistem otomasi perpustakaan, digital
repository, atau web desain. Perpustakaan sekarang banyak yang bertransformasi
ke digital, jadi anak ilpus harus melek teknologi.
3.
Ilmu Dokumentasi
Di
bagian ini, kamu belajar gimana caranya sebuah informasi direkam, disimpan, dan
disusun supaya bisa digunakan lagi kapan pun dibutuhkan. Ilmu dokumentasi itu
nggak cuma soal kumpulin dokumen, tapi memahami “jejak informasi” mulai dari
foto, arsip berita, laporan penelitian, sampai koleksi digital. Kamu bakal
belajar cara menilai nilai guna sebuah dokumen, cara menyusunnya supaya nggak
hilang atau tercecer, dan gimana menjamin dokumen itu tetap relevan di masa
depan. Intinya, kamu dilatih buat jadi orang yang bisa mengelola memori
organisasi atau lembaga dengan rapi.
4.
Administrasi Perkantoran
Yang
ini lebih ke skill dasar tapi penting, terutama kalau nanti kerja di lembaga
informasi atau instansi pemerintah. Kamu belajar hal-hal kayak pengelolaan
surat-menyurat, pengarsipan, penyusunan laporan, sampai manajemen kegiatan
kantor. Walaupun kelihatannya sederhana, materi ini bikin kamu lebih siap
menghadapi realitas kerja yang penuh dokumen, agenda, dan kebutuhan
administrasi. Banyak lulusan IPI yang akhirnya bekerja di bagian administrasi
karena memang sudah terbiasa dengan tata kelola dokumen dan alur birokrasi.
5.
Preservasi dan Digitalisasi
IPI
juga belajar cara merawat, menjaga, dan memperbaiki koleksi fisik dan digital
agar tetap aman. Untuk koleksi fisik, misalnya mengatasi kertas yang menguning,
serangan jamur atau serangga, serta menjaga suhu dan kelembaban ruang simpan.
Untuk arsip digital, dipelajari cara mencegah kerusakan file, melakukan backup,
dan menjaga format data tetap bisa dibuka di masa depan.
Kesempatan Kerja? Lebih Luas dari yang Dibayangin!
Lulusan
IPI bisa ke mana aja, nggak harus ke perpustakaan. Beberapa jalur yang banyak
ditempuh, yaitu pustakawan di instansi pemerintah atau kampus, pengelola arsip
digital di perusahaan besar, dokumentalis media dan produksi, data officer, staf
knowledge management di korporasi, curator koleksi museum, analisis informasi, editor,
pengelola metadata, atau indexing specialist, dan content analyst.
Intinya,
jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi adalah jurusan yang fokus pada
bagaimana informasi itu dibentuk, disimpan, diolah, dan disebarkan. Di era
digital, kemampuan ini menjadi salah satu kebutuhan paling penting, baik di
organisasi kecil maupun perusahaan besar.
Jadi,
kalau kamu kepikiran masuk ilmu perpustakaan dan informasi, jangan ragu. Ini
bukan jurusan “penjaga rak buku” ini jurusan yang melahirkan pengelola
informasi yang cerdas, teliti, dan berperan
besar di balik layar.

0 Komentar